Thursday, 20 June 2013

Karena Permata Itu Dicari, Ukhti




Entah kenapa, akhir-akhir ini tampaknya bahasan ini mendominasi. Bagaimana kemuliaan wanita itu teraih dengan ‘melawan arus’ kebanyakan orang, saat semua orang berlomba-lomba menarik perhatian dengan menunjukkan keindahannya, seorang muslimah sejati menutupinya. Ketika kebanyakan muslimah sibuk dengan model jilbab terbaru, ia menjulurkan jilbabnya semakin panjang. Ketika mata kebanyakan wanita terpaut pada manisnya pria-pria korea, ia menundukkan pandangannya (loh? Hehe). Tidak salah. Jilbab, penampilan, tingkahlaku, hanya sedikit dari banyak factor penilaian kemuliaan seorang muslimah.

Maka siapkah, calon bidadari-bidadari surga ini, melawan arus yang satu ini?


Suatu ketika seorang akhwat masuk ke sebuah kampus, dalam waktu yang tidak lama ia segeram menjadi perbincangan seluruh aktivis kampus, termasuk di kalangan ikhwan. Karena apa? Ia adalah seorang akhwat yang memiliki wajah yang bisa dikatakan tidak terlalu mempesona kalau hanya melihat sekilas, tapi manis. Yang menarik adalah sikapnya yang santun, lembut, cerdas, baik hati dan tidak sombong, seorang aktivis kampus sejati dengan hafalan qur’an belasan juz, sangat menjaga diri dari interaksinya dengan lawan jenis, dan...berpenampilan paling rapi dibandingkan akhwat-akhwat yang lain di tempat itu. Ya, mereka menemukan seseorang yang baru, yang lain dari yang lain. Sosok akhwat dambaan ikhwan dan sosok ummahat dambaan ummat, sangat mencintai Allah dan RasulNya, juga memiliki ghirah yang luar biasa dalam perjuangan. Hmm...dia memang bidadari dunia. Jangankan ikhwan, sesama akhwat pun disamping akan iri, juga akan ikut berdebar bila berada di dekatnya. Segan. Subhanallah...
 

Tetapi, dirinya merasa risih dengan perbincangan seluruh aktivis kampus apalagi setelah diketahuinya tidak sedikit ikhwan yang memendam rasa padanya. Lantas dia bertanya-tanya dalam hatinya, dia sudah menjaga diri sebaik yang ia mampu, tetapi mengapa masih seperti ini? Ia sama sekali tidak pernah berniat ’menggoda’ dan ’menarik perhatian’. Seperti sudah bakat alaminya untuk eksis di suatu komunitas. Maka setiap kali ia teringat betapa orang-orang memperbincangkan dirinya, dan satu dua tiga ikhwan dan seterusnya mulai menyatakan minatnya, dia makin merasa risih hingga berniat menggunakan cadar dengan harapan akan mengurangi intensitas ’gangguan’.


Jika dibandingkan dengan kisah yang ini, jelas akan berbeda.
 

Seorang akhwat berada di kampus yang sama. Akhwat yang biasa. Tidak cantik, juga tidak terlihat manis. Mungkin jika dilihat lebih saksama akan terlihat garis-garis manis sekaligus keras di wajahnya. Aktivitasnya juga biasa. Mungkin iya sibuk sana sini, tapi tidak banyak yang tahu. Dia sama baik, sama santun, sama menjaga interaksi, tetapi dengan cara yang berbeda. Dia memperlakukan orang sesuai dengan karakternya sehingga seseorang yang berinteraksi dengannya akan merasa nyaman di dekatnya. Interaksi dengan lawan jenis pun berusaha senormal mungkin meski dia tetap meminimalisir interaksi untuk hal-hal yang tidak urgent. Dia sangat biasa. Tidak menjadi perbincangan, jelas. Sangat biasa, karena ia bukan pula aktivis yang terpandang di kampus atau lingkungan sekitarnya. Terkadang ia iri dengan akhwat pertama tapi, ia sangat mengaguminya. Tapi ia sadar betul, bukan itu yang ia cari. Ia tahu, Allah memandangnya. Ya, tidak banyak yang tahu, dia pun sama cinta pada Allah dan RasulNya, dan sama semangat dalam perjuangannya.


Apa yang berbeda? Ya jelas beda laaah....hehe
 

Memang tampaknya tidak terlihat ada yang tertarik pada akhwat kedua, seolah pandangan semua orang tertarik pada akhwat pertama.
Tapi terlihat ironis ketika akhwat kedua sibuk diuji dalam langkah strategi perjuangannya, akhwat pertama disibukkan dengan strategi mengatasi ’gangguan’ ikhwan, sesuatu yang sudah dijanjikan dan sudah dipastikan Allah ada untuk setiap manusia, disaat Islam, yang diperjuangkannya, terpuruk dan membutuhkan fokus lebih dari para pejuangnya. Mengapa seperti itu?


Mungkin banyak perbedaan diantara keduanya, tapi yang paling dominan disini adalah : Ke’mencolok’kan tingkah.
Akhwat pertama punya satu hal yang mungkin-bisa-disebut-kesalahan, yaitu terlalu mencolok dan siapapun bisa melihatnya. Sekilas ia memang bidadari dunia...tapi bidadari tidak dinikmati semua orang.


Kita tahu, bahwa setiap bagian dari wanita adalah keindahan, dari segi fisik, pemikiran, ruh, semuanya indah. Dan semua itu menggoda, termasuk tingkahnya. Kenapa keseluruhannya begitu menggoda? Karena pada keseluruhan wanita ada setan. Ada setan dalam setiap bagian wanita, bahkan dalam sms pun ada setannya.
 

Kalau wanita adalah permata, akhwat pertama ada di permukaan. Kilaunya memancar kemana-mana dan semua orang dapat menemukannya. Akhwat kedua, ia terkubur dalam-dalam, tertempa lebih keras di kedalaman, dan kilaunya memang terpancar keluar, tapi tidak semua dapat menemukan sumber kilauannya, tidak semua dapat menemukannya. Ia dilindungi Allah di kedalamannya.

  
Allah menjaganya lebih dari yang lain, dan hanya merelakannya ditemukan oleh orang yang luar biasa. Yang menemukannya bisa jadi biasa, tapi ia luar biasa, karena dapat menemukan sesuatu yang luar biasa pada sesuatu yang bisasa.
 

Permata yang tertempa lebih keras jauh lebih indah, bahkan di kedalaman pun kilaunya tetap memancar.

Ya, tidak semua orang dapat menemukannya. Yang menemukannya hanya yang luar biasa. Yakinlah ia luar biasa, ukhti, karena permata itu dicari.
Mungkin saja...mungkin...ini maksudnya ”yang baik untuk yang baik dan yang buruk untuk yang buruk.”



Jangan sampai kita merasa bertemu dalam kondisi yang sama, tapi tidak tahu sama baik atau sama buruk. Ukhti, kau bisa saja luar biasa, tapi hati-hati mendapatkan yang biasa, salah satu dari ribuan yang menaruh perhatian padamu.

Dua akhwat ini hanya satu contoh dari sekian banyak tipe ’muslimah idaman’ yang menarik perhatian banyak orang. Ke’mencolok’kan tidak selalu seperti ini.



Karena permata itu dicari, ukhti...
Teruntuk para ukhti : ayo fokus,,,temukan kedalaman dimana kau dilindungi olehNya. Ayo fokus! Din ini membutuhkan jejakmu lebih untuk tegak. Buktikan dan azamkan, kita tidak akan pernah cemas dengan apa yang telah dijanjikan Allah untukmu. Buktikan, bahwa masalah-sesuatu-yang-pasti ini tidak akan mengganggu konsentrasimu untuk terus bergerak. Ayo buktikan! Karena itu menentukan sedalam apa Allah akan menyimpanmu dan melindungimu. Dan menyelamatkanmu di hari Akhir nanti.


Teruntuk para Akhi : Tetap fokus! Karena itu yang menentukanmu menjadi seseorang yang biasa atau luar biasa. Seseorang yang luar biasa, adalah yang dapat menemukan sesuatu yang luar biasa pada sesuatu yang biasa. Hanya orang biasa yang tertarik pada sesuatu yang luarbiasa dan semua orang juga melihatnya luar biasa. Kau hanya menjadi orang biasa saat menjadi sama dengan banyak orang. Jangan pernah cemaskan sesuatu yang pasti ada untukmu. Tetap fokus! Perjuangan masih panjang. Kau akan menemukannya di perjalanan.^^v tetap maju.


Karena jalan ini tidak mungkin dapat ditempuh oleh orang-orang yang cemas akan masa depan rejeki dan kehidupannya
Hasan Al-Banna

Fokuskan langkah, pikiran dan hati. Katanya mau berjuang??? Jangan cemas. Dan jangan bahas lagi ini, geli ^^
Jangan cemas, karena Sang Cinta sudah menjanjikannya untukmu.

Sumber:

hana muwahhida
hana89_turtle@yahoo.com





Wednesday, 19 June 2013

Manfaat Networking dan Silaturahmi



1. Wasiat Penutup Para Rasul

Menyambung Tali adalah wasiat penutup para rasul. Rasulullah saw. bersabda, "Takutlah kepada Allah dan sambunglah tali silaturahmi." (HR Baihaqi, Hadits Hasan, no.7950).

Juga sabda beliau, "Sebarkan salam, sambunglah tali silaturahmi, shalatlah di malah hari di saat manusia terlelap tidur, niscaya kamu akan masuk surga dengan selamat." (HR Turmudzi,Shahih,Riyadhus Shalihin, no.849)

Sabda beliau, "barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR Bukhari, no. 6139)

2. Dilapangkan Rezekinya

Rasulullah saw. bersabda,"Barang siapa yang senang agar dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR Bukhari, no. 5527 dan Muslim 4639)

Sudah banyak kita baca dan dengar bagaimana mudahnya rezeki datang bagi orang yang luas silaturahminya, atau jaringan kerjanya. Bisnis yang maju ternyata sangat didukung oleh network yang ada dan dijaga. Melupakan silaturahmi dengan alasan sibuk mencari rezeki, malah sangat mungkin akan menjadikan rezeki kita sempit.

Orang yang menyambung tali silaturahmi biasanya tidak akan menemui masa sulit. Nabi saw. bersabda, "Tidaklah sebuah keluarga yang gemar menyambung tali silaturahmi kemudian mereka akan meminta-minta." (HR Ibnu Hibban)

3. Dipanjangkan Umurnya

Nabi saw. bersabda, "Silaturahmi dapat menambah umur, sedangkan shadaqah dengan sembunyi-sembunyi dapat meredam murka Allah." (HR Thabrani, Dhaif, no. 8061)

Dipanjangkan umur bisa berarti usianya benar-benar dipanjangkan, atau amalnya yang menyebabkan seseorang senantiasa dikenang dan 'hidup; di antara orang-orang yang pernah dikunjunginya.

4. Perbanyak Keturunan

Nabi saw. bersabda, "Sesungguhnya ketaatan yang akan disegerakan pahalanya adalah menyambung tali silaturahmi, bahkan sekiranya sebuah keluarga saling menyambung tali silaturahmi meskipun mereka durhaka, akan dilimpahkan harta benda mereka dan diperbanyak anak keturunan mereka." (HR Ibnu Hibban, Shahih, no. 440)

Silaturahmi-sabagaimana hadits ini-bisa menjadi pembuka jalan bagi orang yang ingin segera mendapat keturunan atau memperbanyak anggota keluarga, baik keluarga keturunan maupun keluarga berlandaskan persaudaraan sesama muslim.

5. Pahala di Dunia dan Akhirat

Di antara pahala di dunia adalah dimakmurkan negerinya, serta dikaruniakan ketaatan yang akan disegerakan pahalanya dan menghindarkan sebab-sebab su'ul khotimah. Sementara itu, pahala diakhirat adalah amalanya menjadi pendamping di dalam kubur dan di padang Mahsyar.

Rasulullah saw. bersabda, "Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah beriman kepada Allah, lalu menyambung tali silaturahmi, lalu amar ma'ruf nahi munkar." (HR Abu Ya'la)

Sumber: Buku Sakinan Finance

Tuesday, 14 May 2013

Ultrabook Terbaru

Ultrabook adalah sebuah teknologi terbaru yang sangat cocok bagi kalangan pebisnis. Teknologi yang cocok bagi pebisnis dimaksudkan untuk mengantisipasi serta meminimalisir resiko dari ancaman yang mengintai data perusahaan serta kemudahan pengolahan data yang lebih efisien.

Lalu apa itu Ultrabook?
Ultrabook merupakan salah satu evolusi teknologi dari laptop yang menawarkan peforma kencang dan mudah untuk dibawa kemana-mana. Selain itu Ultrabook juga sangat membantu ketika kita sedang diluar ruangan, karena batrei Ultrabook lebih tahan lama dibandingkan dengan laptop biasa.

Kini Samsung pabrikan asal Korea Selatan ini mengeluarkan Ultrabook Terbaru, Yaitu Samsung New Series 5 Ultra dan Samsung Series 7 Ultra. Kedua Ultrabook ini menggunakan Sistem Operasi Windows 8 agar memudahkan para kalangan pebisnis dalam menjalankan segala aktifitasnya. Tampil dengan desain yang sangat tipis membuat Ultrabook Terbaru ini terlihat elegan dan juga memiliki bobot yang sangat ringan agar mudah dan efisien untuk dibawa untuk berpergian. 

Samsung New Series 5 Ultra dan Samsung Seris 7 Ultra memiliki spesifikasi dengan layar monitor HD SuperBright 13,3 dengan teknologi Image Enharcer yang membuat mata anda tidak pernah lelah dengan tingkat kecerahan 50% - 70% dan juga anda dapat melihat dengan jelas ketika langsung berada dibawah sinar matahari karena Ultrabook Terbaru ini memiliki layar anti-reflective. Lalu spesifikasi yang lain dari Ultrabook Terbaru ini juga memiliki HDD yang cukup besar untuk menyimpan file sampai 500GB sehingga anda dapat menyimpan berbagai Data Bisnis, Film, Musik, atau Gambar favorite anda. Serta spesifikasi yang sangat mendukung untuk anda sebagai seorang Pengusaha/Pebisnis Ultrabook Terbaru ini tahan 7 jam untuk dipakai yang mana untuk mendukung keseharian anda dalam beraktifitas serta akan meningkatkan keprofesionalan pribadi anda. 

Apabila anda ingin mengetahui lebih tentang Ultrabook Terbaru ini, Silakan klik Link dibawah ini:



Sunday, 31 March 2013

Mangkuk Cantik, Madu & Sehelai Rambut


Rasulullah SAW, dengan sahabat-sahabatnya Abakar r.a., Umar r.a., Utsman r.a., dan 'Ali r.a., bertamu ke rumah Ali r.a.
Di rumah Ali r.a. istrinya Sayidatina Fathimah r.ha. putri Rasulullah SAW menghidangkan untuk mereka madu yang diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut terikut di dalam mangkuk itu.
Baginda Rasulullah SAW kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut (Mangkuk yang cantik, madu, dan sehelai rambut).
Abubakar r.a. berkata, "iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut".

Umar r.a. berkata, "kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, seorang raja itu lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Utsman r.a. berkata, "ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu, dan ber'amal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Ali r.a. berkata, "tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang ke rumanya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Fatimah r.ha.berkata, "seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita yang ber-purdah itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seorang wanita yangtak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Rasulullah SAW berkata, "seorang yang mendapat taufiq untuk ber'amal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, ber'amal dengan 'amal yang baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat 'amal dengan ikhlas adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Malaikat Jibril AS berkata, "menegakkan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, menyerahkan diri; harta; dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Allah SWT berfirman, " Sorga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat sorga-Ku itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju sorga-Ku adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Begitulah kalimat-kalimat indah yang diucapkan, sebagai pelajaran bagi umat.

Thursday, 7 February 2013

7 Kebahagiaan Dunia yang Jarang Orang Miliki

7 Kebahagiaan Dunia yang Jarang Orang Miliki

Dari Ibnu Abbas r.a berkata: " Ada tujuh petanda kebahagiaan dunia, yaitu:

1. Qalbun Syakirun atau Hati yang selalu berSyukur

2. Al azwaju shalihah, yaitu Pasangan hidup yang soleh

3. Al Auladun Abrar, yaitu Anak yang Soleh

4. Albiatu Solihah, yaitu Lingkungan yang kondusif (baik) untuk Iman kita

5. Al Malul Halal, yaitu Harta yang Halal

6. Tafakur fiddin, yaitu Semangat untuk memahami Agama

7. Umur yang Barokah, artinya umur yang semakin tua semakin  soleh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah

Terima Kasih
Wassalamuallaikum

Sunday, 13 January 2013

Meningkatkan Kekuatan Perbuatan , Perkataan , Pikiran , dan Perasaan






                Setiap dari kita pasti ingin menjadi orang yang baik dalam segala hal. Terutama untuk meningkatkan potensi yang ada dalam diri kita. Setiap hari kita berlatih untuk terus menjadi pribadi yang baik dikenal oleh orang di sekeliling kita. Namun, kita tidak pernah menyadari apakah disetiap hari-hari yang kita lewati itu kita menjadi pribadi yang semakin baik atau semakin buruk. Kita terlalu sibuk oleh masalah dunia yang menyelimuti kehidupan kita sehari-hari. Oleh karena itu disini saya ingin membantu para pembaca sekalian untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Caranya dengan Meningkatkan Kekuatan Perbuatan , Perkataan , Pikiran , dan Perasaan.

1.       Kekuatan Perbuatan

Perbuatan adalah awal dari segala hal dalam memulai aktifitas, contoh apabila kita ingin bermain sepak bola maka kita harus berlari, menendang, menyundul dll itulah perbuatan. Perbuatan adalah hal yang paling mudah untuk kita lakukan, namun kenapa banyak orang yang malas untuk berbuat sesuatu yang lebih baik untuk dirinya? Itulah salah satu penyebab banyaknya orang yang miskin. Rasa malas adalah musuh terbesar dalam Perbuatan. Hanya satu obatnya untuk menaklukan rasa mala situ, apakah kita Mau atau Tidak untuk melakukan sesuatu yang positif untuk diri kita sendiri, minimal untuk diri kita sendiri dahulu baru setelah kita mampu untuk melatih diri kita menjadi lebih baik barulah kita berbuat sesuatu yang positif untuk orang banyak. Jika kita ingin menjadi orang yang Luar Biasa, maka jadikanlah latihan/perbuatan anda Luar Biasa. Banyak orang yangberbuat sesuatu untuk dirinya namun sedikit juga yang mampu konsisten untuk dia melakukan perbuatan dia kembali. Karena mereka merasa telah gagal dengan perbuatan yang mereka lakukan, ingat Gagal itu biasa, Bangkit itu Luar Biasa!

2.       Kekuatan Perkataan

Hati-hatilah kalian dengan perkataan yang diucapkan.  Karena lidah kita itu bisa lebih tajam dari pada pedang yang tajam. Lalu bagaimana cara kita untuk Perkataan itu menjadikan diri kita lebih baik lagi? “Diam itu Emas” itu istilah yang sering kita dengar. Nah, dari istilah tersebutlah kita bisa mengatur perkataan kita. Maksudnya apabila tidak ada hal yang penting untuk kita ucapkan maka diamlah. Ada saatnya kita untuk berkata, Karena kualitas perkataan bisa dilihat ketika sesuai dengan kondisinya.

  
3.       Kekuatan Pikiran

Pikiran adalah sesuatu yang mengendalikan diri kita untuk melakukan Perbuatan dan Perkataan. Perubahan berawal dari Pikiran. Apabila kita ingin menjadi pribadi yang lebih baik untuk kedepannya maka baiknya kita juga memikirkan bagaimana caranya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Pikiran yang keluar juga haruslah pikiran yang positif, agar semua menjadi lebih baik. Janganlah kita mengeluh karena mengeluh adalah pikiran dari seorang pecundang. Apabila kita gagal dalam melakukan sesuatu maka dicari solusi untuk kita tidak gagal lagi dalam melakukan hal tersebut.

4.       Kekuatan Perasaan

Perasaan adalah sesuatu yang timbul dari hati kita. Kekuatan perasaan dapat meningkatkan semangat kita dalam melakukan segala hal. Namun jika perasaan kita hancur, kita menjadi pribadi yang sangat malas untuk melakukan sesuatu. 

By: Mohammad Faqih Thalhah